Waspada Dalam Menghadapi Demam Berdarah

Demam berdarah disebabkan oleh Virus Dengue dengan 4 macam serotype. Virus ini disebarkan melalui gigitan nyamuk Aedes Aegypti yang sudah terinfeksi. Gejala akan timbul setelah 3 – 18 hari setelah virus dengue masuk ke dalam tubuh.

Waspada Dalam Menghadapi Demam Berdarah

Gejala Demam Berdarah

Gejala awal mirip dengan serangan virus lainnya seperti demam, sakit kepala, mual, nyeri otot, tenggorokan merah. Sehingga seringkali dalam pemeriksaan akan rancu dengan radang tenggorokan atau tifus.

Gejalanya sangat bervariasi dari yang amat ringan sampai sedang yang disebut Dengue Fever atau Demam Dengue. Biasanya dikulit timbul ruam-ruam kemerahan yang disebabkan oleh berkumpulnya atau melebarnya pembuluh darah di bawah kulit.

Gejala lebih lanjut adalah demam yang disertai perdarahan di bawah kulit, mimisan atau perdarahan lainnya yang disebut Dengue Hemoragic Fever atau Demam Berdarah Dengue (DBD).

Fase ini dinding pembuluh darah lebih rentan yang berakibat keluarnya cairan pembuluh darah ke jaringan atau pecahnya pembuluh darah kecil. Gejala ini biasa timbul di hari ke-3 atau ke-5. Dibuktikan dengan penurunan trombosit dan leukosit di pemeriksaan laboratorium darah. Akibat keluarnya cairan pembuluh darah ke jaringan, volume pembuluh darah akan berkurang.

Baca juga:  Penyebab dan Pencegahan Penyakit TBC

Bila berkurang lebih dari 30% maka yang terjadi bahaya syok atau renjatan. Fase ini disebut Dengue Shock Syndrome (DSS). Tahap ini yang bersangkutan harus dirawat dalam pengawasan di ruang ICU. DBD mempunyai bentuk demam yang khas yaitu Saddle Back Fever (pelana kuda), yaitu suhu badan naik kemudian turun sedikit setelah itu naik kembali.

Pemeriksaan Demam Berdarah

Untuk memastikan apakah seseorang terinfeksi virus dengue selain dari gejala yang ada maka dapat dilakukan pemeriksaan tambahan oleh dokter atau laboratorium yaitu uji Tourniquet, tes ini dilakukan untuk menguji kerapuhan kapiler darah di mana dapat dilihat adanya perdarahan-perdarahan kecil di kulit bila hasilnya positif. Selain tes tersebut pemeriksaan laboratorium sangat penting.

Baca juga:  Mengetahui Penyakit Diare, Penyebab dan Penanganannya

Hasil laboratorium pada tahap awal infeksi seringkali tidak menunjukkan gambaran positif, sehingga pemeriksaan laboratorium kadang perlu diulang secara periodik. Uji laboratorium yang dapat memastikan infeksi virus Dengue secara dini adalah Dengue NS1 antigen.

Selain itu pemeriksaan serologi darah di mana kenaikan titer serum antibodi (IgG dan IgM) memberi gambaran adanya virus dalam badan, walaupun ada kemungkinan positif karena jenis virus lain.

Hasil tes laboratorium yang positif menjadi indikasi kuat untuk perawatan karena adanya bahaya syok dalam perjalanan penyakitnya. Pasien dirawat di rumah sakit sebaiknya pada kamar yang bebas nyamuk atau berkelambu dengan memperhatikan :

  • Istirahat total dengan infuse siap terpasang
  • Intake makanan lunak dan cairan harus cukup 1,5 – 2 lt (susu, air gula/sirop, air garam/oralit)
  • Obat obatan hanya bersifat menghilangkan gejala yang timbul
  • Antibiotika diberikan bila diduga ada infeksi bakteri
Baca juga:  Anak Menelan Anti Nyamuk Semprot

Pencegahan Demam Berdarah

Mencegah lebih baik dari pada mengobati, maka ada hal hal yang perlu diperhatikan :

  1. Bersihkan bak mandi 1x seminggu. Ini dapat memutuskan siklus hidup nyamuk Aedes Aegypti.
  2. Perhatikan perabotan rumah tangga yang menampung air seperti pot bunga, dispenser dll. Bersihkan tempat tempat tersebut setidaknya 2x seminggu.
  3. Gunakan kassa nyamuk.
  4. Jangan menumpuk atau menggantung baju terlalu lama.
  5. Gunakan lotion anti nyamuk atau kelambu.
  6. Memakai pakaian yang bisa melindungi kulit terlebih bila berada di daerah banyak nyamuk.
  7. Hindari kegiatan di luar ruangan pada waktu subuh, sore dan senja ketika nyamuk lebih banyak keluar

Semoga keterangan ini dapat membantu kita semua untuk waspada dalam menghadapi demam berdarah.

Oleh : Dr. Maya C.L.M

 

Waspada Dalam Menghadapi Demam Berdarah

Lentera Sehat

Pemerhati kesehatan yang suka berbagi artikel kesehatan berdasarkan sumber referensi yang dapat dipercaya.

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *