Benarkah Obat Vertigo Dapat Melangsingkan Tubuh?

Pengertian vertigo adalah sebuah ilusi, di mana seseorang merasa tubuhnya bergerak terhadap lingkungannya atau lingkungan yang bergerak terhadap dirinya sendiri. Menurut salah satu teori yang banyak dianut, vertigo muncul karena ketidaksesuaian antara pengalaman gerakan yang telah tersimpan di otak dengan gerakan yang sedang berlangsung. Hal itu terjadi akibat gangguan pada sistem yang berperan dalam menjaga keseimbangan.

penyakit vertigo

Vertigo adalah salah satu dari sekian banyak keluhan subjektif yang seringkali membawa pasien untuk segera berobat ke dokter. Sangat banyak penyakit yang dapat menimbulkan gejala tersebut, kurang lebih ada 100 macam. Dokter harus berhati-hati dalam membedakan vertigo dengan nyeri kepala karena kedua hal tersebut sering dianggap sama oleh pasien.

Dokter harus dapat menatalaksana vertigo dengan tepat dan cepat, karena serangan pusing berputar yang terus-menerus akan sangat mengganggu kualitas hidup pasien. Bahkan pasien usia lanjut seringkali menjadi agorafobia dengan mengurung diri di kamar karena takut terjatuh. Terapi vertigo terdiri dari tiga bagian, yaitu terapi kausal, simtomatik, dan rehabilitatif. Terapi simtomatik terutama ditujukan untuk mengatasi rasa berputar dan gejala otonom, seperti mual dan muntah.

Baca juga:  Pengertian Paranoid (Paranoia)

Salah satu obat yang dapat digunakan adalah betahistin hidroklorida dari golongan histaminik, yang merupakan salah satu obat vertigo yang usianya telah melebihi tiga dekade. Obat ini pertama kali dipasarkan di Eropa pada tahun 1970 untuk terapi penyakit Meniere.

Struktur kimianya, yaitu 2-[ 2-(metilamino) etil ] piridin, mirip dengan struktur fenetilamin dan histamin. Betahistin biasanya diresepkan untuk pasien yang mengalami penyakit gangguan keseimbangan dan vertigo karena dapat memperbaiki mikrosirkulasi dalam labirin.

Adapun efek samping betahistin yang diketahui adalah mual, ruam, pruritus, urtikaria, dispepsia, ulkus peptikum, nyeri kepala, pusing, dan insomnia. Betahistin tidak boleh diberikan kepada orang yang menderita penyakit ulkus peptikum dan feokromositoma.

Baca juga:  Pengertian Kolesterol dan Penyebabnya

Melangsingkan Tubuh dengan Obat Vertigo

Selain berguna untuk terapi vertigo, menurut sebuah penelitian yang dilakukan di Israel tahun 2007, betahistin juga memiliki peran dalam manajemen obesitas.

Dr. Nir Barak dari Rabin Medical Centre di Tel Aviv melaporkan bahwa responden yang mengkonsumsi betahistin berhasil mengalami penurunan berat badan lebih dari 1,5 kg per minggu selama 12 minggu, yang artinya tujuh kali lebih banyak daripada mereka yang mengkonsumsi plasebo.

Kelompok betahistin berhasil menurunkan 2,91% berat badan mereka, sementara kelompok plasebo hanya 0,4%. Selain itu, kelompok yang diberikan betahistin juga mengalami penurunan selera makan terhadap makanan berlemak. Tidak ada efek samping serius pada semua subjek.

Baca juga:  Tanda Dan Gejala Penyakit Lupus

Pemakaian obat ini juga harus sangat hati-hati pada mereka yang menderita asma bronkial ataupun alergi terhadap betahistin sendiri. Konsumsi pada ibu hamil dan menyusui juga harus dipertimbangkan terlebih dahulu menurut keuntungan dan risikonya.

Selain efek samping tersebut, betahistin juga memiliki interaksi yang bersifat merugikan dengan beberapa obat. Betahistin berefek antagonis terhadap antihistamin dan menurunkan efek bronkodilator dari agonis.

Dikutip dari MEDIA AESCULAPIUS

Lentera Sehat

Pemerhati kesehatan yang suka berbagi artikel kesehatan berdasarkan sumber referensi yang dapat dipercaya.

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *